Jakarta, 4 Mei 2026 – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter dari puncak. Peristiwa ini terjadi pada pagi hingga siang hari dan terpantau oleh petugas pemantau aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.
Kolom abu teramati membumbung tinggi di atas kawah dengan intensitas sedang hingga tebal. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kondisi vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih cukup aktif dan berpotensi mengalami erupsi susulan.
Awan panas guguran yang meluncur sejauh dua kilometer terpantau mengarah ke jalur aliran material vulkanik yang selama ini menjadi daerah rawan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun masyarakat di sekitar lereng gunung diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya yang telah ditetapkan oleh petugas. Selain itu, penggunaan masker dianjurkan guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas gunung. Posko siaga bencana juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dan memberikan bantuan kepada masyarakat jika diperlukan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di Indonesia harus disikapi dengan kesiapsiagaan tinggi. Kerja sama antara pemerintah, petugas, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana.