Jakarta, 23 September 2026 – Penyanyi Syahrini secara terbuka mengakui kebiasaannya mengedit foto sebelum mengunggahnya ke Instagram. Ia bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai “Ratu Ngedit” karena sebagian besar foto yang dibagikannya telah melalui proses penyuntingan. Menariknya, proses tersebut tidak selalu diserahkan kepada orang lain atau tenaga profesional. Syahrini mengatakan dirinya kerap mengedit foto-foto tersebut sendiri. Hasilnya pun bisa berbeda-beda tergantung suasana hatinya saat melakukan penyuntingan.
Pengakuan itu disampaikan Syahrini ketika menjadi bintang tamu dalam Podcast Haji Igun. Dalam perbincangan tersebut, istri Reino Barack itu membicarakan kebiasaannya mempersiapkan foto sebelum ditampilkan kepada pengikutnya di media sosial. Ia tidak menutupi bahwa beberapa bagian dalam fotonya terkadang mengalami perubahan setelah diedit. Bentuk hidung, pinggang, hingga panjang kaki menjadi beberapa bagian yang disebutnya bisa berubah. Syahrini menyampaikan cerita tersebut dengan gaya santai dan tidak menganggap proses pengeditan sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.
Syahrini bahkan mengakui hasil penyuntingannya terkadang membuat bentuk hidung terlihat terlalu mancung. Pada kesempatan lain, ukuran pinggang dapat terlihat terlalu kecil atau kakinya tampak lebih panjang. Menurut Syahrini, kondisi itu terjadi karena dirinya bukan editor foto profesional. Ia melakukan penyuntingan berdasarkan selera dan suasana hati ketika hendak membagikan foto. Karena itu, hasil akhirnya tidak selalu memiliki standar yang sama pada setiap unggahan.
Ia juga tidak memiliki aturan tertentu mengenai seberapa jauh sebuah foto harus diedit sebelum dipublikasikan. Proses tersebut lebih banyak dilakukan secara spontan sesuai dengan penampilan yang ingin ditampilkan pada saat itu. Kebiasaan mengedit foto telah menjadi bagian dari proses Syahrini sebelum membagikan aktivitasnya kepada publik. Hal tersebut juga menjelaskan mengapa penampilannya dalam sejumlah foto Instagram terkadang terlihat berbeda. Syahrini sendiri memilih terbuka mengenai kebiasaannya tersebut dibandingkan menyangkal proses penyuntingan yang dilakukan.
Pembicaraan mengenai foto-foto Syahrini sebenarnya bukan hal baru di media sosial. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah unggahannya kerap menjadi bahan pembicaraan warganet karena dinilai memiliki proporsi yang berbeda dibandingkan foto yang diambil pihak lain. Pada 2025, misalnya, perbincangan mengenai kebiasaan mengedit foto kembali muncul setelah penampilannya di Festival Film Cannes mendapat perhatian. Percakapan lama Syahrini dengan Raline Shah mengenai penyuntingan foto juga kembali beredar ketika itu. Namun, komentar warganet mengenai penampilan tetap merupakan opini pengguna media sosial dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan perubahan fisik seseorang.
Keterbukaan Syahrini kali ini memberikan penjelasan langsung mengenai proses di balik sebagian foto yang muncul di akun media sosialnya. Alih-alih mengklaim seluruh fotonya tampil tanpa penyuntingan, ia justru mengakui proses edit merupakan bagian dari kebiasaannya. Perubahan tersebut dapat mencakup detail wajah maupun proporsi tubuh. Ia juga tidak mengaitkan kebiasaan tersebut dengan standar kecantikan tertentu. Syahrini lebih menggambarkannya sebagai aktivitas yang dilakukan berdasarkan keinginan pribadi saat mempersiapkan unggahan.
Selain membahas proses pengeditan, Syahrini mengungkap sosok yang cukup sering mengambil foto dirinya. Reino Barack ternyata menjadi salah satu orang yang berada di balik kamera untuk sejumlah foto sang istri. Syahrini mengatakan dirinya kerap meminta Reino untuk mengabadikan penampilannya. Menurut Syahrini, sang suami tidak keberatan dan justru senang ketika diminta mengambil foto. Setelah proses pemotretan selesai, Syahrini kemudian dapat melakukan penyuntingan sendiri sebelum hasilnya dibagikan melalui Instagram.
Pengakuan mengenai kebiasaan mengedit foto juga menarik perhatian karena Syahrini dikenal aktif membagikan berbagai momen dengan penampilan yang tertata di media sosial. Busana, lokasi, sudut pengambilan gambar, dan tampilan visual menjadi bagian yang menonjol dalam berbagai unggahannya. Penyuntingan kemudian menjadi tahap tambahan sebelum foto tersebut dipublikasikan. Dengan mengungkap proses tersebut, Syahrini sekaligus menjelaskan bahwa tampilan akhir di Instagram tidak selalu identik dengan hasil foto asli dari kamera. Hal semacam ini juga menunjukkan bagaimana proses produksi konten media sosial dapat melibatkan sejumlah tahapan sebelum akhirnya dilihat publik.
Sebelumnya, spekulasi mengenai penggunaan penyuntingan pada foto Syahrini cukup sering muncul di ruang publik. Ada foto yang dianggap warganet memperlihatkan bentuk tangan berbeda, sementara unggahan lainnya pernah menjadi bahan pembicaraan karena proporsi bagian tubuh terlihat tidak biasa. Saat itu, sebagian besar pembahasan hanya berdasarkan pengamatan warganet terhadap foto sehingga tidak dapat dipastikan tanpa pernyataan dari Syahrini. Pengakuannya dalam podcast kali ini berbeda karena datang langsung dari dirinya sendiri. Ia memastikan memang melakukan penyuntingan, meskipun detail perubahan dapat berbeda pada setiap foto.
Syahrini tampaknya tidak terlalu mempersoalkan komentar yang muncul mengenai kebiasaan tersebut. Ia justru membicarakan proses mengedit foto dengan nada ringan sekaligus mengakui bahwa hasilnya terkadang berlebihan. Hidung yang terlalu mancung, pinggang terlalu kecil, atau kaki terlalu panjang menjadi contoh yang ia kemukakan sendiri. Baginya, hasil tersebut dapat berubah sesuai suasana hati karena penyuntingan dilakukan tanpa standar profesional tertentu. Pengakuan ini akhirnya menjawab sebagian rasa penasaran publik mengenai tampilan foto Syahrini yang selama bertahun-tahun kerap menjadi perbincangan di media sosial.