Surabaya, 3 Oktober 2026 – Lima personel Polda Jawa Timur terpilih menjadi bagian dari Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA. Mereka akan menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah atau Central African Republic. Kelimanya bergabung bersama personel Polri dari berbagai satuan yang dipersiapkan untuk bertugas di Bangui. Penugasan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian internasional di bawah mandat PBB.
Lima personel Polda Jatim yang terpilih adalah Ipda Dwi Adianto, S.H., Brigpol Herlambang Priyo Trapsilo, S.H., M.H., Brigpol Bagus Firmansyah Aditya, S.Kep., Ns., Brigpol Farhana Rizka Isnaini, S.M., serta Brigpol Wininda Puspita Hapsari Langgeng, S.H. Mereka telah melewati proses seleksi dan rangkaian persiapan sebelum diberangkatkan menuju daerah penugasan. Kehadiran lima personel tersebut membawa nama Polda Jatim sekaligus Polri dalam pelaksanaan tugas internasional.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan para personel telah mengikuti berbagai tahapan untuk memastikan kesiapan individu sekaligus soliditas sebagai satu kesatuan FPU. Salah satu tahapan utama adalah Pre-Deployment Training (PDT) FPU 8 MINUSCA yang dilaksanakan dalam tiga tahap. Masing-masing tahap berlangsung selama 40 hari, 52 hari, dan 30 hari. Pelatihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan personel menghadapi kondisi dan kebutuhan operasional selama berada di wilayah misi.
Materi yang diberikan mencakup Police Tactics and Techniques, Public Order Management, latihan penggunaan senjata api, Tactical Driving, hingga fungsi operasional dan logistik. Personel juga mendapatkan pembekalan kemampuan khusus sesuai kebutuhan satuan, mulai dari urusan personel, Liaison Officer, General Affair, Duty Officer, tim medis, SWAT, sniper hingga instruktur FPU. Kemampuan tersebut diperlukan karena FPU menjalankan tugas sebagai satuan kepolisian yang terorganisasi dalam mendukung keamanan dan ketertiban di daerah misi.
Pelatihan bahasa Prancis turut menjadi bagian dari persiapan karena bahasa tersebut banyak digunakan di Republik Afrika Tengah. Selain itu, kontingen mengikuti Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, Ground Handling, serta kegiatan team building. Seluruh rangkaian tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan personel sebelum menghadapi situasi lapangan. Persiapan kemudian dilengkapi dengan tradisi Jalan Juang, pembaretan, dan upacara penutupan sebelum pemberangkatan.
Secara keseluruhan, Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 8 MINUSCA beranggotakan 140 personel, terdiri atas 114 polisi laki-laki dan 26 polisi wanita. Kontingen telah dilepas dalam upacara di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Mereka dijadwalkan berangkat menuju Bangui pada 10 Oktober 2026 dan akan bertugas selama 12 bulan. FPU 8 selanjutnya melakukan rotasi dengan FPU 7 yang telah menyelesaikan masa penugasannya.
Polda Jatim berharap lima personelnya mampu menjalankan penugasan dengan profesional, disiplin dan penuh tanggung jawab selama berada di Republik Afrika Tengah. Selain menjalankan mandat pemeliharaan perdamaian, mereka membawa representasi Indonesia dalam kerja sama internasional di bawah PBB. Penugasan selama satu tahun tersebut juga menjadi kesempatan bagi personel untuk menerapkan kemampuan yang telah diperoleh selama rangkaian pelatihan. Keikutsertaan mereka menambah keterlibatan anggota Polri dalam Kontingen Garuda Bhayangkara yang secara bergiliran menjalankan misi perdamaian di berbagai wilayah.