Jakarta, 5 Mei 2026 – Dudung Abdurachman merespons pernyataan Rizieq Shihab yang menyinggung istilah “jenderal baliho” dalam pidato di Yaman terkait Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan menjadi bahan diskusi di ruang politik nasional.
Dudung menegaskan bahwa setiap tokoh publik seharusnya menjaga etika dalam menyampaikan pendapat, terutama jika berkaitan dengan institusi atau individu yang memiliki peran penting dalam pemerintahan. Ia menilai pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik sebaiknya disampaikan secara bijak.
Menurutnya, menjaga persatuan dan stabilitas nasional merupakan hal yang lebih penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana dengan pernyataan yang dapat memicu perpecahan.
Polemik ini bermula dari pernyataan Rizieq yang disampaikan dalam sebuah pidato di luar negeri, yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pihak memberikan tanggapan beragam, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi pernyataan tersebut.
Dudung juga menekankan pentingnya komunikasi yang konstruktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia berharap setiap perbedaan pandangan dapat disampaikan dengan cara yang lebih elegan dan tidak menimbulkan konflik.
Hingga saat ini, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik dan terus berkembang seiring berbagai respons dari tokoh dan masyarakat.