Jakarta, 9 Mei 2026 – Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan menewaskan tiga pendaki dan menyebabkan beberapa warga negara asing sempat dinyatakan hilang saat aktivitas vulkanik meningkat drastis.
Korban meninggal dunia diketahui terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia. Sementara itu, tim SAR gabungan juga sempat melakukan pencarian terhadap sejumlah pendaki lain yang belum diketahui keberadaannya setelah letusan terjadi.
Gunung Dukono meletus pada Jumat pagi dengan kolom abu vulkanik dilaporkan mencapai sekitar 10 kilometer di atas puncak gunung. Aktivitas erupsi tersebut membuat situasi di sekitar kawasan pendakian menjadi sangat berbahaya.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi. Sebagian besar berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat abu vulkanik dan kondisi ekstrem di lokasi.
Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian, BNPB, dan relawan langsung melakukan operasi pencarian serta evakuasi di tengah kondisi gunung yang masih aktif. Namun proses evakuasi disebut mengalami banyak kendala akibat medan berat dan erupsi yang terus berlangsung.
Kapolres Halmahera Utara menyebut kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau area tertentu sehingga tim harus menggunakan kendaraan khusus untuk mendekati lokasi pendaki. Selain itu, hujan abu vulkanik dan potensi lontaran material pijar membuat pencarian beberapa kali dihentikan sementara demi keselamatan petugas.
Pemerintah Singapura juga dikabarkan berkoordinasi dengan otoritas Indonesia untuk membantu penanganan warga negaranya yang terdampak erupsi Gunung Dukono.
Pengamat vulkanologi menjelaskan bahwa Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan memiliki aktivitas erupsi hampir terus-menerus dalam jangka panjang.
Karena itu, kawasan sekitar kawah aktif sebenarnya telah dinyatakan berbahaya dan tidak direkomendasikan untuk aktivitas pendakian maupun wisata.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak mendekati radius tertentu di sekitar kawah aktif Gunung Dukono.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mematuhi peringatan aktivitas gunung api dan mengutamakan keselamatan saat melakukan pendakian di kawasan vulkanik aktif Indonesia.