Jakarta, 1 September 2026 – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut meningkat 9,99 persen dibandingkan Juni 2026 dan tumbuh 2,95 persen dibandingkan Juli 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan arus kedatangan wisatawan asing ke Indonesia masih berada dalam tren positif pada pertengahan tahun. Pertumbuhan kunjungan juga menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas pariwisata nasional tetap bergerak meski kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.
Berdasarkan negara asal atau paspor yang digunakan, wisatawan dari tiga negara menjadi penyumbang terbesar kunjungan pada Juli 2026. Wisman asal Malaysia berada di posisi pertama dengan kontribusi 15,00 persen dari total kunjungan. Australia menyusul dengan porsi 12,34 persen, sedangkan wisatawan asal Tiongkok berada di posisi ketiga dengan kontribusi 10,28 persen. Dominasi ketiga negara tersebut memperlihatkan bahwa kawasan Asia Tenggara, Australia, dan China masih menjadi pasar penting bagi industri pariwisata Indonesia.
Kinerja Juli juga menambah jumlah kunjungan wisman secara kumulatif sepanjang 2026. Hingga Juni saja, BPS mencatat total kunjungan wisman telah mencapai 7,45 juta kunjungan, meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi untuk periode Januari-Juni sejak 2020. Dengan tambahan sekitar 1,53 juta kunjungan pada Juli, jumlah kunjungan kumulatif hingga tujuh bulan pertama tahun ini diperkirakan telah menembus sekitar 8,98 juta kunjungan. Angka tersebut menunjukkan kontribusi Juli cukup besar terhadap pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Peningkatan kunjungan juga tercermin dari aktivitas akomodasi di dalam negeri. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 54,54 persen, meningkat 1,75 poin persentase dibandingkan Juli tahun sebelumnya. Dibandingkan Juni 2026, tingkat hunian tersebut juga naik 0,26 poin persentase. Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat 27,25 persen atau meningkat 0,65 poin persentase secara tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya arus wisatawan turut memberikan aktivitas terhadap sektor akomodasi.
Selain wisatawan mancanegara, pergerakan wisatawan domestik juga masih menunjukkan pertumbuhan. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Juli 2026 mencapai 107,44 juta perjalanan, naik 0,23 persen dibandingkan Juni dan meningkat 7,23 persen dibandingkan Juli 2025. Secara kumulatif, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 737,85 juta perjalanan atau tumbuh 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Besarnya aktivitas wisatawan domestik tersebut menjadi faktor lain yang menopang kegiatan ekonomi di berbagai destinasi wisata.
Di sisi lain, wisatawan nasional yang melakukan perjalanan ke luar negeri pada Juli 2026 tercatat sebanyak 802,67 ribu perjalanan. Angka tersebut meningkat 4,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi turun 7,73 persen dibandingkan Juli 2025. Malaysia menjadi tujuan luar negeri yang paling banyak dipilih wisatawan Indonesia dengan porsi 30,23 persen, disusul Arab Saudi 19,49 persen, Singapura 12,96 persen, dan Tiongkok 7,40 persen. Pola tersebut menunjukkan hubungan perjalanan yang cukup kuat antara Indonesia dengan negara-negara tetangga serta sejumlah destinasi utama di Asia dan Timur Tengah.
Dengan capaian 1,53 juta kunjungan pada Juli, sektor pariwisata Indonesia memasuki paruh kedua 2026 dengan tren yang relatif positif. Malaysia, Australia, dan Tiongkok menjadi tiga pasar utama yang menyumbang kunjungan terbesar pada bulan tersebut. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata masih memiliki ruang untuk memperluas pasar melalui promosi destinasi, peningkatan konektivitas, serta penguatan kualitas layanan bagi wisatawan asing. Jika tren pertumbuhan kunjungan dapat dipertahankan hingga akhir tahun, kontribusi sektor pariwisata terhadap aktivitas ekonomi nasional berpotensi semakin besar.