Jakarta, 9 Mei 2026 – Sejumlah komunitas dan rumah perlindungan hewan di berbagai daerah Indonesia terus memberikan perawatan bagi hewan terlantar yang sudah lanjut usia, buta, hingga menderita sakit parah.
Tempat-tempat penampungan tersebut menjadi harapan terakhir bagi banyak hewan yang sebelumnya hidup di jalanan atau ditinggalkan pemiliknya karena kondisi fisik yang dianggap tidak lagi produktif.
Pengelola rumah perlindungan hewan menjelaskan bahwa merawat hewan lansia dan sakit membutuhkan perhatian khusus, mulai dari pengobatan rutin, makanan khusus, hingga pendampingan setiap hari.
Sebagian besar hewan yang dirawat merupakan anjing dan kucing yang ditemukan dalam kondisi lemah, terluka, atau mengalami gangguan kesehatan serius.
Ada pula hewan yang kehilangan penglihatan, mengalami kelumpuhan, hingga menderita penyakit kronis akibat usia tua dan kurangnya perawatan sebelumnya.
Pengamat kesejahteraan hewan menilai keberadaan rumah perlindungan semacam ini sangat penting karena masih banyak hewan terlantar yang tidak mendapatkan perlindungan memadai.
Selain menjadi tempat penampungan, komunitas penyelamat hewan juga berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tanggung jawab terhadap hewan peliharaan.
Mereka mengingatkan bahwa memelihara hewan bukan hanya soal hiburan, tetapi juga komitmen jangka panjang termasuk ketika hewan mengalami sakit atau memasuki usia tua.
Perawatan hewan lansia disebut membutuhkan biaya cukup besar karena melibatkan pemeriksaan dokter hewan, obat-obatan, serta kebutuhan nutrisi khusus.
Karena itu, banyak rumah perlindungan mengandalkan donasi masyarakat dan bantuan relawan untuk menjaga operasional tetap berjalan.
Pengamat sosial menilai kepedulian terhadap hewan mencerminkan nilai empati dan kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat modern.
Di sisi lain, jumlah hewan terlantar di perkotaan disebut masih cukup tinggi akibat kurangnya kesadaran sebagian pemilik terhadap tanggung jawab memelihara hewan.
Komunitas penyelamat hewan berharap semakin banyak masyarakat yang mendukung gerakan adopsi dan sterilisasi untuk mengurangi jumlah hewan terlantar di jalanan.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas dan biaya, para relawan mengaku tetap berkomitmen memberikan kehidupan yang lebih layak bagi hewan-hewan yang sakit, tua, dan tidak lagi memiliki tempat untuk pulang.