Jakarta, 17 Mei 2026 – Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan hari lahir atau harlah ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama dan menyerukan pentingnya perdamaian dunia dalam momentum yang juga menyinggung peran perempuan dalam menjaga harmoni sosial. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan harapan agar nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, dan toleransi terus diperkuat di tengah berbagai konflik global yang masih terjadi hingga saat ini. Seruan tersebut juga diarahkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai simbol penting diplomasi dan kerja sama internasional dalam menjaga stabilitas dunia.
Peringatan harlah ke-80 Muslimat NU berlangsung dengan suasana khidmat dan dihadiri berbagai tokoh agama, pemerintahan, serta masyarakat dari berbagai daerah. Pengamat sosial keagamaan menjelaskan bahwa Muslimat NU selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Peran organisasi perempuan berbasis keagamaan seperti ini dinilai sangat penting dalam memperkuat nilai moderasi, toleransi, dan ketahanan sosial di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
Khofifah dalam pidatonya juga menyoroti pentingnya suara perempuan dalam mendorong perdamaian global dan memperkuat solidaritas kemanusiaan lintas negara. Pengamat hubungan internasional menilai peran tokoh masyarakat dan organisasi sipil semakin penting dalam menyuarakan isu perdamaian di tengah meningkatnya konflik geopolitik dunia. Selain melalui jalur diplomasi resmi negara, suara moral dari organisasi sosial dan keagamaan juga dianggap memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga perdamaian dan menghormati nilai kemanusiaan.
Selain isu global, momentum harlah Muslimat NU juga menjadi ajang refleksi terhadap kontribusi perempuan Indonesia dalam pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat. Pengamat pendidikan menyebut organisasi perempuan memiliki peran besar dalam penguatan keluarga, pendidikan anak, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai daerah. Karena itu, keberadaan organisasi seperti Muslimat NU dipandang sebagai salah satu kekuatan sosial penting dalam menjaga nilai kebersamaan dan stabilitas masyarakat Indonesia.
Peringatan harlah ke-80 Muslimat NU kini menjadi momentum penting yang tidak hanya memperingati perjalanan panjang organisasi, tetapi juga memperkuat pesan perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global. Banyak pihak berharap nilai-nilai toleransi, persatuan, dan solidaritas sosial yang disuarakan dalam acara tersebut dapat terus menjadi inspirasi di tengah tantangan dunia modern. Di tengah berbagai konflik internasional dan perubahan sosial global, peran organisasi masyarakat dalam menjaga harmoni dan perdamaian dinilai akan semakin penting di masa mendatang.