Identitas Pria yang Ditemukan Meninggal di Grobogan Terungkap, Ternyata Warga Ciamis

Grobogan, 6 Oktober 2026 –

Warga Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di pinggir saluran air Jalan Purwodadi-Semarang pada Senin, 5 Oktober 2026. Korban ditemukan dalam posisi telentang dan tidak bergerak di sekitar saluran air yang berada tidak jauh dari deretan ruko. Saat pertama kali ditemukan, pria tersebut tidak membawa kartu identitas sehingga petugas belum mengetahui asal maupun keluarganya. Korban hanya diketahui mengenakan kaus lengan panjang bertuliskan “Sinau Hurip”. Setelah dilakukan proses identifikasi oleh kepolisian, korban akhirnya diketahui bernama Gojali (52), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Penemuan tersebut bermula ketika seorang warga bernama Nur Sahid (68) melihat korban berada di depan sebuah ruko pada pagi hari saat mengantarkan istrinya bekerja. Keberadaan pria itu sebenarnya tidak terlalu asing bagi masyarakat sekitar karena selama kurang lebih tujuh hari terakhir korban kerap terlihat berada di kawasan tersebut. Warga juga beberapa kali melihatnya beraktivitas dan tidur di depan ruko yang berada di sekitar permukiman. Setelah kembali ke rumah dan melakukan aktivitas menyapu halaman, Nur Sahid kemudian melihat korban sudah tergeletak di pinggir saluran air. Karena korban tidak menunjukkan respons maupun tanda-tanda bergerak, temuan tersebut segera dilaporkan kepada pemerintah desa dan kepolisian setempat.

Petugas Polsek Purwodadi kemudian mendatangi lokasi bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara. Area tempat korban ditemukan diperiksa guna mengetahui kemungkinan adanya barang atau petunjuk yang dapat membantu mengungkap identitas dan penyebab kematiannya. Sejumlah barang milik korban turut diamankan sebagai bagian dari pemeriksaan. Kendala awal muncul karena tidak ditemukan dokumen identitas pada tubuh korban. Polisi akhirnya menggunakan perangkat identifikasi dengan memindai sidik jari jempol kanan korban untuk kemudian dicocokkan dengan data kependudukan.

Proses pencocokan sidik jari memberikan titik terang mengenai identitas pria tersebut. Data yang diperoleh menunjukkan sidik jari korban identik dengan Gojali, pria berusia 52 tahun yang tercatat sebagai warga Dusun Sukamulya, Desa Tigaherang, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kepastian identitas tersebut membuat polisi dapat segera menelusuri dan menghubungi pihak keluarga. Identifikasi melalui sidik jari menjadi langkah penting mengingat korban ditemukan tanpa membawa dokumen yang dapat menunjukkan nama maupun alamatnya. Keluarga selanjutnya datang ke Purwodadi untuk memastikan secara langsung identitas jenazah.

Jenazah Gojali kemudian dievakuasi ke RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, petugas tidak menemukan bekas luka maupun tanda yang mengarah pada adanya tindak kekerasan. Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan awal untuk mengetahui apakah terdapat kondisi mencurigakan di balik kematian korban. Kepolisian tetap melakukan prosedur pemeriksaan yang diperlukan sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. Kehadiran keluarga juga membantu memastikan bahwa pria yang ditemukan meninggal tersebut benar merupakan Gojali.

Setelah memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian yang menimpa Gojali. Keluarga juga memutuskan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah. Keputusan tersebut disampaikan setelah keluarga datang dan memastikan identitas korban secara langsung. Selanjutnya dilakukan proses administrasi serta serah terima jenazah sesuai prosedur yang berlaku. Setelah seluruh proses selesai, keluarga membawa jenazah Gojali kembali menuju kampung halamannya di Kabupaten Ciamis untuk dimakamkan.

Penemuan Gojali sempat menarik perhatian masyarakat karena keberadaannya di sekitar Desa Putat telah terlihat selama beberapa hari sebelum meninggal. Sejumlah warga mengenali korban sebagai pria yang kerap berada dan beristirahat di sekitar ruko, tetapi sebelumnya belum mengetahui identitas maupun asal daerahnya. Tidak adanya dokumen identitas membuat proses penelusuran awal harus mengandalkan pemeriksaan biometrik. Keberhasilan pencocokan sidik jari akhirnya memungkinkan petugas memperoleh data korban dengan lebih cepat sekaligus menghubungkan informasi tersebut dengan keluarganya di Jawa Barat. Proses tersebut juga memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai sosok pria yang ditemukan di lokasi.

Dengan telah terungkapnya identitas korban dan tidak ditemukannya tanda kekerasan dalam pemeriksaan luar, penanganan jenazah kemudian dilanjutkan bersama pihak keluarga. Gojali telah dibawa pulang dari Grobogan menuju Ciamis untuk menjalani proses pemakaman di kampung halamannya. Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga Desa Putat yang sebelumnya selama sekitar sepekan melihat korban berada di lingkungan mereka tanpa mengetahui latar belakangnya. Kepolisian telah menyelesaikan tahapan identifikasi dan pemeriksaan awal serta menyerahkan jenazah kepada keluarga setelah prosedur yang diperlukan dipenuhi. Kepastian identitas tersebut sekaligus mengakhiri tanda tanya warga mengenai pria yang ditemukan meninggal di pinggir saluran air Jalan Purwodadi-Semarang.