Jakarta, 29 Agustus 2026 – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Desa Cikolelet, Kabupaten Serang, Banten, untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki hingga mampu menembus pasar ekspor. Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Cikolelet VI Tahun 2026 di alun-alun Desa Wisata Cikolelet.
Yandri menilai Desa Cikolelet telah menunjukkan kemampuan dalam menjaga kekayaan serta potensi desa. Menurutnya, kekuatan tersebut perlu terus dirawat sekaligus dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia juga mengajak warga mempertahankan budaya dan kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas desa.
Dalam kesempatan tersebut, Yandri memperkenalkan sejumlah program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Program tersebut antara lain Desa Wisata, Desa Ekspor, dan Pemuda Pelopor Desa yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah perdesaan.
Program Desa Ekspor menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan Desa Cikolelet. Yandri mempersilakan apabila terdapat produk atau potensi unggulan dari desa tersebut yang memiliki kualitas dan kapasitas untuk dipasarkan ke luar negeri. Kemendes PDT saat ini telah menyiapkan jaringan negara tujuan ekspor yang dapat menjadi pasar bagi berbagai produk unggulan desa.
Yandri mengatakan pengembangan ekonomi desa tidak cukup hanya dengan menjual produk dalam bentuk bahan mentah. Potensi yang tersedia perlu diolah dan dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi. Dengan hilirisasi, masyarakat desa diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus memiliki posisi yang lebih kuat dalam rantai perdagangan.
Selain mendorong ekspor, Kemendes PDT juga menjalankan program peningkatan sumber daya manusia bagi masyarakat desa. Salah satunya melalui program yang memberikan kesempatan bagi pemuda desa untuk belajar dan bekerja di Jepang. Program tersebut disiapkan bersama sejumlah pihak dan dilengkapi dukungan beasiswa yang nilainya dapat mencapai Rp300 juta.
Menurut Yandri, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun perekonomian desa. Produk yang berpotensi masuk pasar internasional harus didukung kemampuan masyarakat dalam mengelola produksi, menjaga kualitas, memenuhi kebutuhan pasar, serta memahami proses distribusi dan perdagangan.
Kemendes PDT juga memiliki program Swasembada Ekonomi Hijau Pangan Terintegrasi atau SEHATI yang diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi dan pangan di desa. Melalui program tersebut, setiap desa berpotensi mendapatkan dukungan hingga Rp2,5 miliar. Bantuan diharapkan dapat dikelola secara produktif sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang menilai pembangunan desa merupakan bagian penting dari pembangunan daerah secara keseluruhan. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), memperluas dukungan terhadap program prioritas, serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Festival Cikolelet VI sendiri menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi desa sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga budaya lokal. Rangkaian kegiatan festival dijadwalkan berlangsung hingga 17 September 2026. Pemerintah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda kebudayaan, tetapi juga dapat membantu memperkenalkan potensi ekonomi Desa Cikolelet kepada masyarakat yang lebih luas.
Mendes Yandri Susanto mendorong Desa Cikolelet mengembangkan potensi lokal agar mampu menembus pasar ekspor. Melalui program Desa Ekspor, hilirisasi produk, penguatan BUMDes, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berharap desa dapat menciptakan nilai tambah dan memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.