Jakarta, 19 Mei 2026 – Kementerian Kesehatan kembali menyoroti bahaya penggunaan rokok elektronik atau vape di tengah meningkatnya tren konsumsi produk tersebut, terutama di kalangan anak muda. Dalam pernyataan terbarunya, Kemenkes menyatakan dukungan terhadap langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mendorong pembatasan hingga pelarangan penggunaan vape karena dinilai memiliki risiko kesehatan yang serius. Pemerintah menilai rokok elektronik tidak dapat dianggap aman hanya karena berbeda dari rokok konvensional, sebab kandungan zat kimia di dalamnya tetap berpotensi membahayakan tubuh apabila digunakan dalam jangka panjang. Selain persoalan kesehatan, meningkatnya penggunaan vape juga disebut memicu kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan cairan tertentu yang dapat dicampur dengan zat adiktif berbahaya. Di tengah berkembangnya gaya hidup modern dan tren penggunaan vape di kalangan generasi muda, isu ini kini menjadi perhatian serius pemerintah dan tenaga kesehatan.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa rokok elektronik tetap mengandung nikotin serta berbagai bahan kimia lain yang dapat memengaruhi kesehatan paru-paru, jantung, dan sistem pernapasan. Sejumlah penelitian internasional juga menunjukkan penggunaan vape secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi remaja yang organ tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Pengamat kesehatan masyarakat menilai banyak pengguna muda terpengaruh anggapan bahwa vape lebih aman dibanding rokok biasa karena promosi dan tren gaya hidup digital yang berkembang di media sosial. Padahal, penggunaan nikotin dalam bentuk apa pun tetap memiliki potensi menyebabkan ketergantungan dan dampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, pemerintah disebut ingin memperkuat edukasi publik mengenai risiko penggunaan rokok elektronik agar masyarakat lebih memahami bahaya yang dapat ditimbulkan.
Dukungan Kemenkes terhadap langkah BNN juga berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan cairan vape yang dicampur zat terlarang. Aparat sebelumnya menyebut adanya temuan kasus penggunaan perangkat vape untuk mengonsumsi narkotika jenis tertentu secara tersembunyi. Pengamat keamanan sosial menjelaskan bahwa bentuk dan penggunaan vape yang praktis membuat perangkat tersebut berpotensi disalahgunakan dalam aktivitas ilegal apabila tidak diawasi secara ketat. Selain penegakan hukum, pemerintah juga menilai perlu adanya penguatan regulasi terkait distribusi, promosi, dan penggunaan rokok elektronik di masyarakat. Banyak pihak kini mendorong agar pengawasan terhadap produk vape diperketat, terutama terkait penjualan kepada anak di bawah umur dan penggunaan di ruang publik.
Perdebatan mengenai rokok elektronik memang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya popularitas produk tersebut di berbagai negara. Sebagian kalangan menganggap vape sebagai alternatif pengganti rokok konvensional, namun banyak ahli kesehatan tetap mengingatkan bahwa produk ini bukan tanpa risiko. Organisasi kesehatan internasional juga disebut terus mengkaji dampak jangka panjang penggunaan rokok elektronik terhadap kesehatan masyarakat. Pengamat kesehatan menilai tantangan terbesar saat ini adalah meningkatnya penggunaan vape di kalangan remaja dan generasi muda yang terpapar promosi melalui media sosial serta budaya populer. Oleh sebab itu, edukasi dan pengawasan dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat tidak menganggap rokok elektronik sebagai produk yang sepenuhnya aman.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan masyarakat dan penyalahgunaan zat adiktif, dukungan Kemenkes terhadap langkah pembatasan vape dipandang sebagai bagian dari upaya perlindungan generasi muda. Banyak pihak berharap pemerintah dapat menghadirkan regulasi yang lebih jelas dan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran produk rokok elektronik di Indonesia. Pengamat kesehatan masyarakat menilai langkah pencegahan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko ketergantungan nikotin dan dampak kesehatan jangka panjang di masa mendatang. Dengan semakin luasnya penggunaan vape di berbagai kalangan, perhatian terhadap edukasi publik dan perlindungan kesehatan diperkirakan akan terus menjadi isu penting dalam kebijakan kesehatan nasional.